Buleleng Barat, Lanjutan Brida Bahas Kajian Kepuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Pemerintah Tahun 2026
Admin brida | 30 Oktober 2026 | 365 kali
Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng lanjutkan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Pemerintah Kabupaten Buleleng Tahun 2026, Kamis (29/10) di ruang rapat Kantor Camat Seririt.
FGD dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, S.H., didampingi Kepala Brida, Ketut Suwarmawan S.STP., M.M., Camat Seririt I Putu Satriawan, S.H., M.H., Camat Busungbiu Putu Gede Yudana, S.H., serta dihadiri Perbekel/Lurah di Kecamatan Seririt, Perbekel di Kecamatan Busungbiu, Perbekel di Kecamatan Gerokgak, Tim Pelaksana Swakelola dari Undiksha, Tim Teknis, Tim Pengawas kajian serta pegawai lingkup Brida Buleleng.
Wakil Bupati Supriatna dalam arahannya menyampaikan pentingnya kajian ini, karena dapat memberikan masukan dan evaluasi terhadap program pembangunan daerah dan pelayanan publik yang telah dilakukan. Hasil kajian kedepannya menjadi rekomendasi kebijakan, sehingga diharapkan peserta FGD memberikan masukan maupun kritik untuk kepentingan masyarakat Buleleng.
Selanjutnya, Tim Pelaksana Prof. Dr. I Nengah Suastika memaparkan maksud dan tujuan pelaksanaan kajian, serta indikator dalam pelaksanaan kajian meliputi pelayanan publik, politik, dan kepemimpinan daerah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi untuk melakukan penjaringan persepsi peserta, terhadap 13 aspek indikator yang dinilai. Diantaranya aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, fasilitas publik, kepemimpinan sosial, permasalahan daerah, infrastruktur, stabilitas keamanan, kepastian hukum, dan ketertiban umum, sosial budaya, penyediaan pangan, sandang dan papan, tata kelola pemerintah, pembangunan wilayah, dan media hebit masyarakat.
Berdasarkan hasil diskusi, isu yang paling banyak disampaikan masyarakat berkaitan dengan peningkatan layanan kesehatan, terutama kekurangan tenaga kesehatan, tenaga pendukung seperti sopir ambulan, penambahan ambulans jenazah, peningkatan fasilitas kesehatan, kemudahan akses layanan kesehatan termasuk bagi warga yang merantau, serta usulan rumah singgah bagi pasien rujukan ke Denpasar.
Pada bidang pendidikan, muncul kebutuhan revitalisasi dan penambahan fasilitas sekolah, penanganan perundungan, peningkatan bantuan seragam dan KIP, serta solusi atas kapasitas SMP yang telah melebihi daya tampung.
Permasalahan sampah juga menjadi perhatian utama, khususnya pengelolaan sampah anorganik dan residu, kebutuhan TPS3R, keterbatasan TPA, kepastian alur pengangkutan sampah, serta dukungan pemerintah daerah terhadap usaha pengolahan sampah agar tidak membebani desa.
Selain itu, masyarakat mendorong pengembangan ekonomi dan UMKM melalui inovasi pengolahan hasil pertanian, kemudahan akses KUR, penyediaan ikon atau pusat pemasaran produk lokal di Kecamatan, serta pengembangan pariwisata berbasis potensi desa.
Beberapa usulan lain meliputi pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan, keberlanjutan festival dan ruang publik seperti lokasi CFD, penataan kawasan pasar dan pusat kota, pencegahan penyakit menular, program desa bersih narkoba, serta penguatan identitas dan daya tarik wilayah sebagai penunjang aktivitas sosial, ekonomi, dan pariwisata.
Peserta yang belum sempat menyampaikan pendapat atau masukan dalam FGD disediakan kuesioner untuk memberikan tanggapan. Pendapat dan masukan yang diberikan akan menjadi bahan pertimbangan dalam memaksimalkan hasil diskusi.
Pengumpulan data akan dilanjutkan dengan FGD kecamatan di wilayah tengah untuk mendapatkan potret persepsi kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Kabupaten Buleleng secara komprehensif. #Ang