Inovasi Raba Aksara dirancang untuk menjawab keterbatasan dan kesenjangan akses literasi aksara Bali bagi 389 penyandang tunanetra di Kabupaten Buleleng (data 2024). Produk ini menggabungkan papan relief taktil (rabaan) dan sensor berbasis mikrokontroler dengan luaran audio interaktif yang membacakan huruf/bunyi aksara Bali secara otomatis saat diraba, Inovasi ini diharapkan dapat memperluas akses literasi aksara Bali sekaligus mendukung pemenuhan hak pendidikan inklusif bagi penyandang tunanetra.
Dari sisi
penganggaran, bahan presentasi mencantumkan total Rencana Anggaran Biaya (RAB)
yang diajukan dalam program ini memiliki total nilai sebesar Rp326.551.722,-,
yang terdiri dari porsi pendanaan LPDP sebesar Rp206.151.722,- serta kontribusi
mitra senilai Rp120.400.000,- (104,3% dari ketentuan minimal DHK). Alokasi
anggaran tersebut didistribusikan ke dalam 6 paket kerja (Working Package/WP),
meliputi co-creation dan spesifikasi kebutuhan (WP1), penyempurnaan dan
integrasi teknologi (WP2), uji fungsional dan beta testing (WP3), validasi
operasional nyata (WP4), finalisasi, standardisasi dan kapasitas (WP5), serta
implementasi, adopsi dan keberlanjutan (WP6).
Dalam
peninjauan tersebut, tim verifikator menekankan
perlu adanya penyesuaian di komponen honorarium personil juga perlu
lebih dirinci meliputi Ketua, Anggota, asisten dan Administrasi serta
volume kegiatan dan besaran anggaran harus disesuaikan dengan aktivitas serta
keluaran yang direncanakan.
Aspek verifikasi dan kelayakan anggaran menjadi bagian penting dalam mendukung kesesuaian perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan pencapaian luaran riset. Evaluasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada pengembangan prototipe, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaatkan nyata bagi masyarakat.
Pengembangan Raba Aksara diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dalam menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain mendukung pelestarian aksara Bali, inovasi ini diharapkan memperkuat penyelenggaraan pendidikan inklusif serta membuka peluang pengembangan media pembelajaran yang aksesibel dan berkelanjutan bagi penyandang tunanetra. #Adt