(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Batu Pulaki Resmi Kantongi Sertifikat IG

Admin brida | 29 Juli 2026 | 43 kali

Setelah melewati proses panjang, terakhir pemeriksaan substantif pada 19 Mei lalu oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia, kini Batu Pulaki resmi bersertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai Indikasi Geografis (IG).

 

Tim DJKI juga sudah berkunjung langsung ke Sekretariat Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), lokasi pengrajin, dan kawasan Pura Melanting guna melihat secara langsung proses produksi Batu Pulaki. Pendalaman terkait aspek produksi, mutu dan pemasaran menjadi perhatian utama Tim Pemeriksa DJKI dalam menentukan kelayakan Batu Pulaki menyandang status IG.

 

Pada pemeriksaan itu, Camat Gerokgak I Gede Arya Rimbawa Giri, menyatakan Batu Pulaki sebagai kekayaan lokal memiliki nilai budaya, sejarah, dan potensi ekonomi strategis bagi Kabupaten Buleleng, terlebih lagi bagi masyarakat di Kecamatan Gerokgak.


Tim Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng selaku fasilitator menuju DJKI juga bekerja sama dengan tim ahli dari Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja. Dari pihak IAHN Mpu Kuturan sebenarnya telah lebih dulu melakukan kajian tentang keberadaan Batu Pulaki sebagai aset daerah. Dilatarbelakangi adanya minat yang begitu besar, dan rasa kekawatiran akan terjadi eksploitasi terhadap Batu Pulaki yang menyebabkan kerusakan lingkungan.


Di sisi lain, Dr. Nyoman Miarta selaku tim ahli IAHN Mpu Kuturan yang melakukan penelitian menegaskan bahwa Batu Pulaki bukan saja diolah menjadi batu permata yang mahal nilainya, namun terkait pula dengan upacara, baik skala maupun Niskala. Corak Batu Pulaki memiliki ciri khas khusus jika dibandingkan dengan batu permata lainnya.


Dengan terbit dan diserahkannya sertifikat IG Batu Pulaki pada penutupan Lovina Festival 2026 kemarin (28/7), maka keaslian, kualitas, reputasi, dan karakteristik Batu Pulaki yang berkaitan erat dengan faktor geografis, budaya, alam, dan keterampilan masyarakat setempat tidak perlu diragukan lagi. #Wdy