Poskodo Tangani Anak Putus Sekolah di Buleleng
Admin brida | 15 Juli 2026 | 763 kali
Sepuluh besar inovasi terbaik hasil penilaian tim juri kembali dimonitoring dan evaluasi (monev), sebagai tahapan verifikasi dan pendalaman terhadap implementasi serta manfaat keberlanjutan, Rabu (15/7).
Hasil Monitoring dan Evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan 3 terbaik Lomba Kreasi Inovasi Perangkat Daerah dan Masyarakat Kabupaten Buleleng Tahun 2026. Penilaian inovasi dilapangan dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari kalangan akademisi Undhiksa, IAHN Mpu Kuturan, dan Unipas Singaraja.
Hari ini Pos Komando Drop Out (Poskodo) pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, sebagai salah satu yang dimonev. Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan peserta didik yang berpotensi putus sekolah merupakan salah satu tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia. Berbagai faktor seperti kondisi ekonomi keluarga, rendahnya motivasi belajar, perpindahan domisili, pernikahan usia dini, serta kondisi sosial lainnya menyebabkan peserta didik tidak dapat melanjutkan pendidikan.
Solusi permasalahan tersebut, Disdikpora mengembangkan inovasi Poskodo sebagai pusat koordinasi penanganan peserta didik putus sekolah dan berisiko putus sekolah secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan.
Poskodo berfungsi sebagai pusat pendataan, verifikasi, koordinasi lintas sektor, pendampingan dan monitoring, sehingga peserta didik dapat kembali memperoleh layanan pendidikan.
Inovasi Poskodo menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam meningkatkan efektivitas penanganan anak putus sekolah di Kabupaten Buleleng. Inovasi ini mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, mempercepat proses identifikasi dan intervensi, serta meningkatkan peluang anak untuk kembali memperoleh layanan pendidikan. #Wck