Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng lanjutkan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Inovasi Perangkat Daerah Tahun 2026, Selasa (20/10), guna mengidentifikasi perkembangan implementasi, keberlanjutan, serta manfaat inovasi yang dikembangkan oleh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini menyasar inovasi yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Inovasi Perangkat Daerah Tahun 2026, inovasi yang bersumber dari proyek perubahan (proper), serta inovasi yang dikembangkan melalui program ASN Berprestasi periode 2024-2026.
Monev ini menjadi
langkah penting untuk memastikan inovasi tidak hanya berhenti pada tahap
perancangan atau pelaksanaan awal, tetapi tetap berjalan, dikembangkan, dan
memberikan manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan
kepada masyarakat.
Hasil Evaluasi
Menunjukkan Tantangan Keberlanjutan Inovasi
Berdasarkan
hasil pemantauan terhadap daftar inovasi perangkat daerah, terdapat sejumlah
inovasi yang ditandai dengan warna merah sebagai indikasi bahwa inovasi
tersebut belum berkelanjutan. Temuan ini didominasi oleh inovasi yang berasal
dari proper. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan penyelesaian
proyek perubahan belum selalu diikuti dengan keberlanjutan implementasi setelah
tahapan proyek selesai. Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah kendala yang
memengaruhi keberlangsungan inovasi, sehingga inovasi yang sebelumnya telah
dirancang atau diimplementasikan belum seluruhnya dapat dipertahankan secara
konsisten.
Keberlanjutan
inovasi membutuhkan komitmen pimpinan dan perangkat daerah, dukungan sumber
daya manusia, ketersediaan anggaran, integrasi inovasi ke dalam proses bisnis
organisasi, serta mekanisme pengelolaan dan evaluasi secara berkala. Pergantian
pejabat atau pengelola, perubahan prioritas organisasi, keterbatasan sumber
daya, dan belum optimalnya pelembagaan inovasi dapat menjadi faktor yang perlu
ditelaah lebih lanjut dalam proses evaluasi. Oleh karena itu, hasil Monev
diharapkan tidak hanya menjadi sarana identifikasi inovasi yang masih berjalan
maupun yang mengalami kendala, tetapi juga menjadi dasar bagi perangkat daerah
untuk menyusun langkah tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi masing-masing
inovasi.
Badan
Pendapatan Daerah Tambahkan Sejumlah Inovasi Pelayanan Pajak
Dalam
pelaksanaan Monev, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng menjadi salah
satu perangkat daerah dengan beragam inovasi yang berorientasi pada peningkatan
pelayanan dan digitalisasi administrasi perpajakan daerah.
Selain inovasi
yang telah tercatat, terdapat tambahan inovasi yang memperkaya daftar inovasi
Badan Pendapatan Daerah, diantaranya; 1) Sireko (Sistem Reklame Online); 2) Smartgov/Aplikasi
Back Office Penerimaan Pajak Online; 3) Selasa Gacor; 4) Singa Data; 5) Rabu
Reklame; 6) Kamis Manis; dan 7) Jumat Ceria, yang berkaitan dengan lokus pasar
atau tempat keramaian.
Keberagaman
inovasi tersebut menggambarkan upaya pengembangan layanan perpajakan melalui
pendekatan digital, peningkatan akses informasi, percepatan pelayanan, serta
kegiatan yang mendekatkan pelayanan pajak kepada masyarakat. Dalam proses
evaluasi, setiap inovasi tetap perlu ditelaah berdasarkan status implementasi,
bukti pelaksanaan, manfaat, dan keberlanjutannya.
Penguatan Tindak Lanjut dan Pelembagaan Inovasi
Selain Badan
Pendapatan Daerah, Monev juga mencakup inovasi pada Badan Keuangan dan Aset
Daerah, Inspektorat Daerah, Sekretariat DPRD, serta Kantor Camat Sukasada.
Inovasi pada perangkat daerah tersebut mencakup pengelolaan keuangan dan aset,
pengawasan internal, pelayanan administrasi, serta penguatan tata kelola
pemerintahan. Hasil evaluasi menjadi bahan bagi Brida Buleleng untuk mendorong
perangkat daerah melakukan pembenahan terhadap inovasi yang belum
berkelanjutan.
Langkah tindak lanjut mencakup identifikasi akar permasalahan, penetapan penanggung jawab, penguatan dukungan anggaran dan sumber daya, penyusunan standar operasional prosedur, serta integrasi inovasi ke dalam tugas dan fungsi organisasi. Khusus inovasi yang bersumber dari proper, diperlukan upaya agar hasil proyek perubahan tidak berhenti setelah tahapan pelatihan atau penilaian selesai. Inovasi perlu diadopsi sebagai bagian dari mekanisme kerja organisasi, memiliki dukungan pimpinan, serta dilengkapi indikator kinerja yang memungkinkan manfaat dan perkembangannya dipantau secara berkelanjutan.
Mendorong Inovasi yang Berkelanjutan dan Berdampak
Melalui Monev Inovasi Perangkat Daerah Tahun 2026, Brida Buleleng mendorong penguatan budaya inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas implementasi, keberlanjutan, dan dampak yang dihasilkan. Hasil Monev diharapkan menjadi dasar perbaikan tata kelola inovasi daerah sekaligus mendorong perangkat daerah untuk memastikan setiap inovasi memiliki tujuan yang jelas, pelaksanaan yang terukur, serta manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan penguatan komitmen dan tindak lanjut yang tepat, inovasi diharapkan dapat berkembang dari sekadar gagasan atau proyek perubahan menjadi praktik kerja yang melembaga dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Buleleng. #Wck