Brida Buleleng Lanjutkan Monev Perangkat Daerah Pastikan Keberlanjutan Inovasi
Admin brida | 21 Oktober 2026 | 59 kali
Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Inovasi Perangkat Daerah pada Rabu (21/10). Kegiatan ini bertujuan untuk memantau keberlanjutan pelaksanaan inovasi, mengidentifikasi perkembangan implementasi, serta mendorong peningkatan kualitas inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Pelaksanaan Monev mengacu pada inovasi yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Inovasi Perangkat Daerah. Berdasarkan hasil pendataan dan evaluasi, sejumlah inovasi pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng, Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng, serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng tercatat sebagai inovasi yang berkelanjutan. Selain itu, terdapat beberapa inovasi baru yang turut menjadi bagian dari pengembangan inovasi daerah.
Inovasi Berkelanjutan pada Tiga Perangkat Daerah
Pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng, inovasi berkelanjutan yang menjadi bagian dari hasil Monev meliputi Layanan Perpustakaan Keliling (Lan Eling), Pojok Baca Digital (Pocadi), serta inovasi baru Laklak Kelor (Lakor), yaitu inovasi laklak daun kelor berbasis literasi, dan i-PUS Buleleng.
Inovasi-inovasi tersebut mendukung pengembangan layanan perpustakaan, perluasan akses informasi, serta penguatan budaya literasi masyarakat melalui pendekatan yang adaptif dan inovatif.
Pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng, inovasi berkelanjutan mencakup Farmasi Menuju Pelayanan Tanpa Kertas (Mepayas), Sistem Informasi Training Need Analysis (Si Tina)), Automatic Laboratorium Information System (A-Lis), dan Eco Enzym Cairan Ajaib Multifungsi.
Selain itu, terdapat Si Anton (Sistem Antrean Online) pada Rawat Jalan yang dikembangkan melalui Diklat PIM 2025, Si Denis (Sistem Informasi Deteksi Dini Pemeliharaan Alat Medis) melalui Diklat PIM 2026, serta Simpati RS (Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Kompetensi dan Talenta Rumah Sakit) melalui Diklat PIM 2026. Berbagai inovasi tersebut mendukung peningkatan efektivitas pelayanan kesehatan, pengelolaan administrasi, pemeliharaan sarana medis, serta pengembangan kompetensi dan talenta sumber daya manusia rumah sakit.
Sementara itu, pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng, inovasi yang tercatat berkelanjutan meliputi Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Gesit Cepat Tanggap, Sitasmara, Bestie Buleleng (ASN Berprestasi 2026), Duta Data Sosial Penanggulangan Kemiskinan Buleleng yang dikembangkan melalui Diklat PIM 2024, serta Gerakan Bersama Perlindungan Anak Melalui Aplikasi Cegah Kekerasan dan Pernikahan Dini di Kabupaten Buleleng (Gelang Cekatan Buleleng) yang dikembangkan melalui Diklat PIM 2026.
Inovasi tersebut menunjukkan upaya perangkat daerah dalam memperkuat pelayanan kesejahteraan sosial, pengelolaan data penanggulangan kemiskinan, peningkatan kinerja aparatur, serta perlindungan perempuan dan anak.
Inovasi Baru Turut Menjadi Perhatian
Dalam pelaksanaan Monev, beberapa inovasi baru juga teridentifikasi, antara lain Lakor dan i-PUS Buleleng pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng.
Keberadaan inovasi baru tersebut menjadi bagian dari dinamika pengembangan inovasi daerah. Brida Kabupaten Buleleng mendorong agar inovasi yang baru dikembangkan dapat terus disempurnakan, diimplementasikan secara konsisten, serta memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat dan organisasi perangkat daerah.
Di sisi lain, inovasi yang telah berjalan perlu dipertahankan keberlanjutannya melalui penguatan pelaksanaan, evaluasi berkala, dukungan sumber daya, dan pengembangan sesuai kebutuhan pelayanan.
Perkuat Ekosistem Inovasi Daerah
Melalui kegiatan Monev, Brida Kabupaten Buleleng mendorong seluruh perangkat daerah untuk tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memastikan inovasi tersebut terus berjalan, berkembang, dan memberikan dampak nyata.
Keberlanjutan inovasi menjadi salah satu aspek penting dalam memperkuat budaya inovasi pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung peningkatan kinerja inovasi daerah Kabupaten Buleleng.
Hasil Monev diharapkan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi perangkat daerah untuk memperbaiki pelaksanaan inovasi, mengoptimalkan manfaat yang dihasilkan, serta membangun ekosistem inovasi daerah yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. #Wck