Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Inovasi Perangkat Daerah sebagai upaya untuk menilai keberlanjutan pelaksanaan inovasi, mengidentifikasi kendala, serta mendorong peningkatan kualitas inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Pada monev hari
ini, Jumat (23/10) dilakukan terhadap sejumlah inovasi pada empat perangkat
daerah, yaitu Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkopukm)
Kabupaten Buleleng, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng, Kantor Camat
Buleleng, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng.
Adapun inovasi
yang berkelanjutan di Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil
Menengah Kabupaten Buleleng, yaitu Buleleng Entrepreneur Academy (BEA);
Koperasi Wirausaha Sejahtera (Kopa Wira Raja); Pembinaan Sentra Industri Kecil
Terintegrasi (Perisai); dan Sistem Informasi Perdagangan, Perindustrian,
Koperasi dan UMKM (Sippaskum).
Pada Satuan
Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng diantaranya Langsung Tanggap
Tuntas (Lagas); Tim Pembina dan Penyuluh (Timpal); dan Digitalisasi Sistem
Aduan Masyarakat melalui Pemanfaatan Barcode di Satpol PP Kabupaten Buleleng.
Pada Kantor
Camat Buleleng diantaranya Sistem Informasi Kinerja Program dan Kegiatan
(Sikepan); dan Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Digitalisasi Kecamatan
(Sipaten).
Terakhir di
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng diantaranya Buleleng
Creative Hub (Buleleng New Engine of Growth); Kolaborasi dan Integrasi
Ekosistem Desa Wisata; dan Visit North Bali+ dalam upaya optimalisasi
penyebaran informasi kepariwisataan di Kabupaten Buleleng.
Melalui
kegiatan ini, Brida Buleleng mendorong agar setiap inovasi tidak hanya berhenti
pada tahap penciptaan atau pemenuhan administrasi, tetapi benar-benar
diterapkan, memberikan manfaat nyata, serta memiliki mekanisme keberlanjutan
yang jelas.
Evaluasi juga
menjadi sarana untuk mengidentifikasi inovasi yang masih aktif, inovasi yang
memerlukan penyempurnaan, serta inovasi yang membutuhkan penguatan dari sisi
kelembagaan, sumber daya, dukungan anggaran, pemanfaatan teknologi, dan
komitmen pelaksana.
Keberlanjutan inovasi menjadi aspek penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, efisiensi tata kelola pemerintahan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah.
Brida Buleleng berharap melalui monitoring dan evaluasi secara berkala, perangkat daerah semakin mampu mengembangkan inovasi yang adaptif, berdampak, terukur, dan berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inovatif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buleleng. #Wck